View project Read more


Kalau putusnya sadar karena pacaran haram, lalu Bagaimana hukumnya janji yang sudah terlanjur terucap dulu?
Apakah haram, atau harus ditepati?
.
Bismillahirrohmaanirrohiim..
Dear, Alila coba jawab pertanyaan diatas ya 😉
.
"Tanda orang munafik itu ada tiga: jika berbicara dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat” (HR. Bukhari Muslim).
Dalam hadits diatas, bahwa ingkar janji adalah perbuatan yg memasukkan kita kepada golongan orang-orang munafik. Maka setiap janji yang kita ucap, haruslah ditepati.
.
Tapi.. Kalo janjinya waktu dulu pacaran gimana? Kan pacaran dosa..
Dear.. Menepati janji yang sudah kita ucapkan itu wajib, namun janji yg dimaksud adalah perihal yang tidak bersinggungan dengan syariat.
.
Kalau janjimu saat pacaran, misal janji akan setia selama-lamanya, janji mau nge-date, janji memberikan hadiah peluk (iwh). Tapi belum terlaksana, sampai sekarang, karena sudah keburu putus, yaa alhamdulillah. Maka janji itu wajib ditinggalkan. Karena janji yang dibuat itu melanggar syariat, dan juga sudah tidak relevan. Mungkin dulu kamu mengucapkan itu kala tidak tahu hukum pacaran, maka ketika kamu tahu itu salah, segera tinggalkan.
.
Maka, jangan sembarangan membuat janji ya dear.. Apalagi janji untuk maksiyat, beraaat 😢
Allah berfirman:
“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu ’sesungguhnya aku akan mengerjakan esok,’ kecuali (dengan mengucapkan) insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah ‘mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (QS Al-Kahfi: 23-24)
.
Mudah2an kita tidak tergolong sebagai orang-orang yang munafik 😇
.
#HijrahBarengDoi ?

0 komentar

Bagaimana kalau ikhwannya sudah ada niatan mau menikahi kita 1-2 tahun ini?
Yang dibahas pun masalah masa depan dan saling mengingatkan ibadah.
.
Bismillahorrohmaanirrohiim..
Alila coba jawab pertanyaan doatas ya dear 😊
.
Sudah niat nikah, tapi 1-2 tahun lagi?
Kalo iya bener dia nikahin kamu, kalo nggak? Cuma kepo aja? Atau parahnya, cuma mainin kamu aja, janji manis, 2 th kemudian sepah dibuang.. Rugi shay~
.
Masalahnya batasan yang Allah jaga antara laki-laki dan wanita nggak seenteng itu. Kalau udh ada niat nikah, lantas boleh chatting2an, boleh saling komunikasi berkolaborasi menyatukan hati dan visi misi.
Bolehh sii.. Tapi nanti, setelah akad ya 😊
.
Sebelum akad, ada yang namanya prosesi ta'aruf (perkenalan). Yang dalam prosesnya, komunikasi harus didampingi oleh masing-masing perwakilan. Setelah cocok dan menyatakan lanjut nikah, Pun kalau mau komunikasi langsung (akhwat dan ikhwan), hanya mmbahas seputar perkara syar'i yang berkaitan dengan teknis pernikahan. Ini pun tidak berjalan lama. Kalau tdk ada kendala, maka pernikahan harus disegerakan.
.
Kalau ada suatu kendala yg mengharuskan pernikahan ditunda, dalam penantian itu keduanya tetap tidak diperkenankan berkomunikasi perkara pribadi seperti menanyakan kabar, ngingetin sholat, ngingetin makan, dll.
Mengapa?
Sebab syetan mudah sekali menggoda dan menjebak kita dalam situasi ini. Yang kalau kita tidak berhati-hati bisa saja kita jadi terjebak dalam khalwat online.
.
MaaSyaa Allah.. Sebegitunya Islam menjaga keduanya agar tetap mulia, agar terjaga kehormatannya. Maka seberapa cepat pun dia akan menikahimu, 1 bulan lagi kek, 1 minggu kek, jangan buka kesempatan komunikasi dengannya. Sabar.. Sebab kamu dan dia dimuliakan dalam aturan-Nya. Semua kan indah pada waktunya 😊
.

0 komentar


Serius kamu siap nikah?
Sudahkah kamu memenuhi Indikasi di bawah ini..


1. Sudah di nilai pantas oleh orang tua
Dear... Orangtua adalah orang yg paling mengerti kita. Coba sesekali tanya kepada orangtuamu, "ma, pa, kira2 aku sudah pantas belum untuk menikah?"
Kalo mereka memberi lampu hijau, maka berarti kamu sudah memenuhi 1 indikasi siap menikah. Tapi kalau belum, artinya kamu harus memperbaiki diri lagi 😊
.
2. Sudah belajar menerapkan Syariat islam
biasanya seseorang yang terlihat sudah siap nikah dalam islam itu, ya seseorang tersebut tunduk dan patuh kepada aturan-Nya Allah, Waro terhadap apa yang di larang oleh Allah, dan pastinya iya akan semakin senang ketika apa yang iya kerjakan ya sesuai dengan yang Allah suka
.
3. Ada gambaran Visi Misi islam dalam rumah tangga.
Next, setelah itu seseorng yang sudah siap menikah dalam islam, biasanya ia mempunyain gambaran tentang visi misi Rumah tangganya nanti, contohnya Ingin membangun keluarga Da'wah agar rumah tangga tersebut, bisa mngantarkan kepada Surga-Nya Allah
.
4. Berniat Nikah semata-mata hanya untuk ibadah
.
Dear point ke4 ini adalah tanda yang paling utama saat seseorang siap menikah, karana sebagian orang menganggap bahwa menikah itu hanya mengubah hukum dari yang tdinya belum halal jadi halal saja, tapi jika kita pelajari lagi niat kita dan pahala-pahala yang ada pada pernikahan pasti kita akan menemukan kebahagiaan yaitu dan selalu berniat menikah itu ya semata-mata untuk ibadah, Alila pernah dengar ibadah paling terlama adalah menikah, jadi didalam islma tanda-tanda seseorang yang siap menikah ya semangat karna menikah adalah ibadah .
#PantaskanDirimu
0 komentar

Seperti apakah akhlak pasangan ku nanti?
.
Mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya seperti apakah jodohku?
Ganteng nggak ya? Pengertian nggak ya? Orang jauh, atau orang dekat? Apakah agamanya bagus? Akhlaknya baik? Orangnya rajin, atau males?
.
Dear.. Jodoh adalah cerminan diri.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an :
“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik."[Qs. An Nur:26]
.
Jadi, jodoh itu cerminan dirimu, bukan cerminan wajahmu. Tak perlu sibuk memvermak wajah agar tampil cantik, atau merubah penampilan agar terlihat menarik demi mendapatkan jodoh yang sempurna. Jika kamu mau yang baik, maka perbaikilah dirimu, bukan hanya fisikmu.
.
Gak perlu muluk2 menstandarkan kriteria. Cukuplah dirimu menjadi- sebelum kamu mencari. Cari ilmu, jika kau ingin dia berilmu. Perbaiki habitsmu jika kau ingin kebiasaan pasanganmu nanti baik. Percantik akhlakmu, jika kau ingin si dia berakhlak mulia. Percaya deh, pasti Allah akan mendatangkan yang sepadan untukmu. 😊
.
#PantaskanDirimu
0 komentar


Selektif dalam memilih pasangan adalah bentuk dari menjaga kualitas keturunan.
.
Bukan sombong, bukan pula merasa tinggi untuk memilih. Tapi memang memilih pasangan adalah bentuk tanggungjawab yang bisa kita lakukan saat ini untuk menjaga kualitas hak keturunan kita.
.
Tentu jodoh adalah cerimnan diri, sebab itu #PantaskanDirimu sejak dini, agar kau pun siap membersamai dia yang memilihmu.
.
Anak mu berhak mendapatkan ayah yang berkualitas akhlak dan ibadahnya. Agar dapat membimbing kamu sekeluarga ke surga-Nya 😊
.
0 komentar


Pernikahan adalah ibadah terlama bagi seorang muslim. Oleh karenanya untuk mengawali sebuah ibadah, maka dahulukan dengan niat untuk menggapai ridhoNya.
.
Namun di zaman ini, sepertinya esensi pernikahan tak lagi sebagai sebuah bentuk ibadah. Pernikahan kini beralih sebagai ajang menunjukkan kesohoran. Siapa yang melakukan pesta tercantik dan mewah, maka akan menunjukkan strata sosialnya di Masyarakat, Na'udzubillah.
.
Maka yang terpenting dalam acara pernikahan adalah, awalilah dengan niat menggapai ridhoNya. InsyaAllah dengan niat seperti itu, perayaan yang di adakan pun akan selalu memiliki batasan sesuai yang Allah ridhoi. Tidak bebas, karena mengikuti trend dan hawa nafsu.
.
Maka pilihan untuk menikah sesuai syari'at, meski itu mendapat banyak cibiran, tidak mengikuti perkembangan zamn, dan banyak menuai pertentangan, insyaAllah itu adalah pilihan yang keren. Karena niat kita tak lagi untuk mencari perhatian manusia, melainkan perhatian Sang Pencipta.

#NikahSyari
0 komentar


Tak perlu risau kapan dan dengan siapa kita akan bersanding, teruslah bertaqwa, maka Allah kan beri sebaik-baiknya pendamping.
.
Dear.. Menikah itu bukan lagi mempermasalahkan siapa orangnya, tapi lihat kemana tujuannya.
Kita ini terlalu kepo tentang jodoh kita, sampai2 lupa membangun tujuan menikah.
Kita pun Khawatir mendapatkan yang buruk, sibuk mencari yang baik, sampai lupa bahwa yang terbaik akan Allah datangkan jk kita nya pun baik. Kita terlalu sibuk meladeni pertanyaan "kapan nikah", sampai khilaf memburu jodoh dengan cara yang salah.
.
“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)
.
Apa yang kau dapatkan, itu berkaitan erat dengan apa yang kau usahakan saat ini. Jadi, tunggu apa lagi? Jangan buang-buang waktu, mari #PantaskanDirimu 😇
0 komentar

Dari pembelajaran yang Alila ambil dari Talkshow Nikah Syar'i kemarin. Setiap pasangan sangat sepakat, bahwa modal awal utuk memutus pernikahan adalah adanya kesamaan dalam menentukan visi misi berumah tangga.
.
Hal tersebut, diperlukan agar rumah tangga kedepannya mempunya tujuan yang pasti, akan dibawa kemana bahtera rumah tangga ini berlayar. Karena jika rumah tangga tidak punya tujuan, maka bisa dipastikan rumah tangga akan berjalan dengan hambar, monoton, dan membosankan. Berbeda halnya jika punya tujuan, maka rumah tangga akan berjalan dengan optimis, suami istri saling mendukung agar tercapainya tujuan, tak menyerah meski banyak hambatan dan masalah, dan pada akhirnya bersama merasakan bahagia atas hasil yang dicapai.
.
Nah, sebaik-baiknya visi misi berumah tangga itu, akan hadir dari individu-individu yang memiliki prinsip kuat dalam menerapkan Syari'at Allah. Karena hanya syari'at Allah satu-satunya yang bisa diandalkan sebagai pedoman hidup manusia. Allah sangat detail dalam mengatur setiap permasalahan manusia., termasuk didalamnya adalah perkara berumah tangga. Oleh karenanya, orang yang bertaqwa kepada Allah akan memiliki visi misi yang mulia bagi rumah tangganya. Dan hebatnya lagi, Allah sendiri lah yang menjamin kebahagiaan dan keselamatan rumah tangga tersebut.
.

0 komentar

Tips memantaskan diri
.
1. Belajar taat pada syariat Islam.
Belajarlah taat pada syariat Islam. Sebab ketaatan kepada Allah adalah telah membangun pribadi yang berkomitmen.  Kalau di hadapan Allah yang tak terlihat saja ia taat, maka Insyaa Allah ia pun siap untuk menikah. .
2. Pelajari cara berumah tangga Rasul dan sahabat.
Dear.. Ilmu itu penting, Banyak pelajaran yang berharga dalam rumah tangga Rasul dan juga sahabat2nya. Allah pun berfirman bahwa banyak kisah2 terdahulu yang telah termaktub dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah untuk diambil pelajaran.
.
3. Latihan mengambil peran Ibu di rumah
Dear.. Salah satu indikasi kamu siap menikah adalah, kamu bisa menggantikan posisi orangtuamu. Karena siap menikah, juga harus siap menjadi orangtua, mengurusi semua urusan rumah tangga serta menyelesaikan masalah2nya 😉
Sudah pernah coba?
.
4. Sering-sering membantu mengasuh anak.
Kamu mau nikah, tapi nggak suka anak-anak? Serius siap nikah?
Dear.. Berlatihlah dengan membantu oranglain mengasuh anak. Jangan sampai katanya siap menikah, suka main sama anak2, tapi giliran diamanahi mengurus anak, itu menjadi hal yang bikin stress bagi kita. 😅
.
0 komentar


“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35)
.
Alila tau mendapatkan pasangan yang tidak taat bagi seseorang yang taat adalah ujian yang berat.
.
Dear.. Siapapun dia yang Allah takdirkan mendapatkan ujian di atas rata-rata tentu bukan orang biasa. Ingatkah dengan kisah Asiyah istri dari Fir'aun sang raja yang mengaku sebagai Tuhan, yang begitu angkuh karena kekuasannya, yang sampai tega membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir karena takut kehilangan kekuasaan? Padahal Asiyah adalah seorang yang taat pada Allah. Ketika Fir'aun mengetahui ternyata Asiyah lebih memilih menyembah Allah dari pada dirinya. Fir'aun memberikan ancaman hingga siksaan kepada Asiyah sampai akhir hayatnya. Tapi hal tersebut tidak sama sekali menggoyahkan keteguhan hati Asiyah untuk beriman kepada Allah.
.
Kita bisa lihat bahwa Asiyah memang bukan muslimah biasa, ia memiliki keteguhan hati yang begitu kuat. Karena keteguhan hatinya itulah Allah muliakan ia, Allah tampakkan surga disaat ia masih hidup, dan Allah muliakan kisahnya dalam Al Quran.
.
Dear.. Ketika ada seseorang yang mendapat ujian di atas rata-rata. Maka Alila rasa dialah orang istimewa pilihan Allah. Allah sedang menguji kesabaran sekaligus keimanannya. Jika ia lolos dengan ujian itu, Allah akan muliakan dan naikan kedudukannya kelak di hadapanNya.
.
Allah berfirman : “Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.” (QS. Ar Ra’d : 24).
.
#QnA #PantaskanDirimu
0 komentar


Assalamu'alaykum #lovalila
.
Bismillah Alila coba jawab pertanyaan diatas !
.
Tanda-tanda siap nikah menurut Alila yaitu? bagaimana Aqliyah dan Nafsiyah itu berperan didalamnya
.
contoh dari Aqliyah, cara kita berfikir tentang berumah tangga bukan cuman sehari atau dua hari, tapi ibadah terpanjang dan cara menerapkan syar'at Allah didalam keluaraga tersebut
.
contoh dari Nafsiyah, yaitu bagaimana kita sudah mempersiapkan mental untuk mengoptimalkan peran kita sebagai istri, misalnya mengurus suami,menidik anak,mengurus rumah tapi tidak melupakan dakwah, harus ada keseimbangan (menejemen tawazun)
.
Dan sebenarnya jika kita pahamkan kepada Orng tua tentang Rezeki bahwa ketika kita menikah kita di mampukan In Syaa Allah orang tua kita akan paham tentang teori rezeki
.
Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. an-Nur [24]: 32)
.
.
dan Alila harapkan belajarlah memanage uang agar rezeki yang kita peroleh tidak keluar dengan sia-sia.
.
#PantaskanDirimu
0 komentar


Setelah menerima wahyu pertama di Gua Hira, Rasulullah ﷺ kembali ke rumah menemui istrinya, Khadijah, dalam keadaan ketakutan. Beliau duduk di sisi istrinya lalu semakin merapat padanya. Sebagaimana disebutkan dalam satu riwayat:
“Aku duduk di sisinya kemudian bersandar padanya.”
.
Ketika Rasulullah ﷺ menceritakan semua yang ia lihat kepada istrinya, termasuk bahwa ia diangkat menjadi seorang utusan Allah, Khadijah radhiallahu ‘anha  memberikan tanggapan yang luar biasa. Dengan yakin ia menanggapi:
“Berbahagialah wahai putra pamanku dan teguhlah engkau. Demi Dzat yang jiwa Khadijah berada di tangan-Nya! Sungguh aku berharap engkau menjadi nabinya umat ini.” (Ibnu Hisyam dalam as-Sirah an-Nabawiyah, 1/236).
.
Perkataan indah yang terucap di saat sang suami merasa takut dan sedih. Perkataan yang mampu mengokohkannya di tengah bimbang dan ragu. Ucapan ini mengindikasikan Khadijah tahu akan ada seorang rasul yang diutus. Dan orang yang ia harapkan untuk menjadi rasul itu adalah suaminya sendiri. Dengan demikian, keimanan Khadijah bukan semata keimanan fanatik keluarga, tapi sesuatu yang dibangun dengan ilmu.
.
“Sungguh aku melihat suatu cahaya. Aku mendengar suara. Aku takut kalau aku gila.” Khadijah menjawab, “Tidak mungkin Allah akan membuatmu demikian wahai putra Abdullah.” Kemudian Khadijah menemui Waraqah bin Naufal. Ia ceritakan keadaan tersebut padanya. “Jika benar, maka itu adalah Namus seperti Namusnya Musa. Sekiranya saat dia diutus dan aku masih hidup, aku akan melindunginya, menolongnya, dan beriman kepadanya,” kata Waraqah. (HR. Ahmad 2846).
.
Betapa luar biasanya hikmah Allah ﷻ memilihkan Khadijah radhiallahu ‘anha untuk Nabi Muhammad ﷺ. Istri yang hidup bersamanya saat wahyu pertama tiba. Istri yang mampu memberikan ketenangan saat seorang suami yang berjiwa tegar pun merasa kebingungan. Dia tetap tenang dan memberikan ketenangan.
.
Kemudian, ia yang pertama membenarkan risalah kerasulannya saat orang-orang mendustakannya. Ia tetap bersama suaminya di tengah tekanan kaumnya. Ia menolong dan membelanya. Semoga Allah meridhaimu wahai ibunda kami, Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid
.

0 komentar


Assalamu'alaykum #Dear Lovalila
.
Malam ini Alila mau ingetin doa safar bagi kalian yang akan pergi agar berpergian masih tetap meminta perlindungan kepada Allah
.
Dear artinya safar itu benar-benar akan mendapati kesulitan. Coba bayangkan jika Anda melakukan safar dari luar negeri kembali ke kampung halaman. Apalagi jika safar tersebut mesti transit di beberapa kota. Yang sebelumnya mungkin ditempuh dalam waktu 9 jam, karena mesti transit di kota lain, akhirnya perjalanan tersebut memakan waktu hampir 24 jam. Apalagi keadaan di kendaraan atau pesawat yang kurang menyenangkan karena kita tidak bisa tidur sebagaimana layaknya. Badan tidak bisa direbahkan ke kasur yang empuk. Sungguh amat menyulitkan.

Karena kondisi sulit dalam safar, hati pun akhirnya pasrah. Saat hati begitu pasrah, itulah saat mudah diijabahinya do’a. Saat kepasrahan hati pada Rabb ‘azza wa jalla, itulah hakekat ‘ubudiyah (penghambaan), penghinaan, dan menundukkan diri pada-Nya. Akhirnya seorang hamba pun mengikhlaskan diri beribadah pada-Nya. Jika kondisi seseorang demikian, maka doa yang ia panjatkan akan makin mudah diijabahi. Semakin lama seseorang bersafar, semakin dekat pula do’a itu dikabulkan.

Wahai saudaraku … Manfaatkanlah waktu ketika engkau bersafar untuk banyak memohon segala kemudahan dari Allah Ta’ala. Mintalah kemudahan dari-Nya atas urusan safarmu. Begitu pula mohonlah pada Allah agar dimudahkan dalam urusan dunia lainnya, begitu pula jangan lupakan yang utama doa agar diberi berbagai kemudahan dalam hisab di akhirat. Jangan lupa doakan atas kebaikan diri, dijauhkan dari kejelekan diri, begitu pula doakan kebaikan bagi istri, anak, orang tua, kerabat dan saudara muslim lainnya.

Dzikir saat safar yang bisa diamalkan agar safar jadi lebih berkah:

Jika sudah berada di atas kendaraan untuk melakukan perjalanan, hendaklah mengucapkan, “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.” Setelah itu membaca,


سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ
“Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun[1]. Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”
.
(Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)[2]
.
Semoga Allah selalu memberi kemudahan dalam setiap safar kita. Semoga safar kita adalah safar yang penuh berkah
.

0 komentar