View project Read more

tidak ada kebaikan pada kata-kata kasar, dan sudah pasti tidak akan menghasilkan perbaikan

yang ada kata-kata kasar itu hanya menunjukkan, kualitas pengucap dan rendahnya pemikiran

celaan, hinaan, makian, hanya mewakili lemahnya argumen, kepanikan dan mental kalah

dan yang terpenting, kata-kata kasar, kotor itu menandakan bahwa jauh dia dari pemahaman Islam

Nabi berpesan, "mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan bukan orang yang suka melaknat serta bukan orang yang suka bicara jorok dan kotor" (HR Al-Bukhari)

Al-Qur'an itu indah dan dihiasi keindahan, yang membacanya tentu terhindar dari kata-kata keji menyakiti

Dan hatinya akan dipenuhi cinta, sayang akan saudara, dan dakwah yang tumbuh dari keduanya

Yang merindukan Nabi Muhammad, akan menyayangi apa yang beliau sayangi, yakni ummatnya

Lantas, apalagi alasan kita berkata penuh cela, apa lagi argumen kita untuk menyakiti sesama mukmin?

Allahu musta'an..

Ohya, tak bosan-bosan saya mengingatkan pada penikmat ilmu, pecinta Allah dan Rasulnya, follower pages ini, agar tidak melayani komentar-komentar kasar dan tak bermutu, biarkan saja mereka menunjukkan wajah aslinya, tak perlu ditanggapi

Jangan sampai terpancing, lalu mendebat balik, takkan ada gunanya, syaithan itu menghendaki permusuhan diantara manusia, apalagi sampai membalas mencela dan lebih kasar

Fokus saja berbuat baik, berkarya dan bermanfaat bagi yang lainnya, hidup ini singkat dan jangan sampai kita disibukkan perkara tak bermanfaat :D

Barakallahu fiikum

0 komentar

Tak Ada Yang Lebih Tinggi Dari Islam

Ide "semua agama sama" ini adalah salah satu jualan liberalis dan munafik, yang termasuk dalam program de-radikalisasi yang sebenarnya adalah de-Islamisasi

Ummat Muslim dipaksa untuk meyakini ide yang bukan berasal dari mereka, tidak pernah diajarkan oleh Allah dan Rasulullah, bahkan ide ini bertentangan dengan Islam

Yang mereka inginkan, ummat Muslim tak lagi peduli agamanya, dan memandang kebenaran itu relatif, bukan lagi dari Allah, hingga beragama atau tidak sama saja

Di lapangan, yang teriak tentang pluralisme, yang promo semua agama sama, biasanya juga buzzer dan komplotan yang sama yang kemarin mendukung para penista agama

Sementara Muslim meyakini Islam itu tinggi dan tak ada yang lebih tinggi darinya, disaat yang sama kita pun mengasihi dan menghormati yang berbeda dengan kita

Tapi menghargai pluralitas atau keberagaman bukan berarti kita juga harus mengakui pluralisme atau konsep semua agama itu sama, itu dua hal yang berbeda

Meyakini Islam sebagai satu-satunya agama yang benar itu bagian aqidah, sedang bermuamalah yang baik dengan semua yang beragama lain itu juga diatur syariat

Alhamdulillah, inilah Islam, yang bisa tetap bertoleransi tanpa mengorbankan aqidah, yang menghormati pemeluk agama lain tanpa harus berkata semua agama sama.

0 komentar

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Khasyram, telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus dari Ibnu Juraij dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak ada potong tangan terhadap pengkhianat, perampas dan penipuan." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih dan menjadi pedoman amal menurut para ulama dan Mughirah bin Muslim telah meriwayatkannya dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti Hadits Ibnu Juraij. Mughirah bin Muslim adalah Bashri saudara Abdul Aziz Al Qasmali, seperti inilah yang dikatakan oleh Ali bin Al Madini.

HR. Tirmidzi

0 komentar